Senin, 06 Juli 2009

Popok Bayi Bukan WC Berjalan


Popok bukan Penadah pipis dan berak bayi untuk waktu yang lama. Ingat! Popok bukan WC berjalan.

Jangan biarkan popok menempel atau dikenakan buah hati anda berlama-lama. Bila kebiasaan mengenakan pelapis pipis itu lebih dari limit waktu yang semestinya, efek negatif sangat mungkin dialami sang buah hati. Kulit sekitar pantat, paha dan sela paha kemungkinan akan memerah. Jika hanya sebatas memerah, mungkin boleh dianggap aman . namun tak jarang kondisi tersebut berujung terjadinya gatal-gatal. Kalau cara mengatasinya benar, anak akan terhindar dari gangguan kelanjutan. Tetapi jika salah penanganan, korengan, bahkan atau penyakit kulit jenis lain akan dialami.

Karena itulah para ahli pertumbuhan anak menyarankan agar para ornagtua mengganti popok bayinya secara berkala sesuai limit atau batas maksimal yang dianjurkan. Ada ahli yang menganjurkan bgitu anak pipis, segeralah mengganti popok yang dikenakannya. Jika hendak menunda penggantian janganlah terlalu lama. Sebab, jika popok yang terkena pipis tak segera diganti akan mengakibatkan anak mengalami ruam-ruam merah pada bagian pantat dan sekitar sela pahanya. Hal ini terjadi karena urin anak bercampur bakteri.

Bagi ibu yang masih menyusui para ahli menawarkan dua pilihan waktu untuk mengganti popok, yakni sebelum menyusui dan sesudahnya. Di luar itu tentu sesudah anak pipis dan buang air besar. Ingat, fungsi popok hanya penadah sementara agar urin atau berak anak tidak tercecer, dan bukan untuk menampung kedua kotoran dalam waktu yang lama.

Memang ketika usia bayi Anda baru beberapa minggu ia akan mengeluarkan urin dan berak rata-rata 7-8 kali sehari. Kondisi ini tentu akan merepotkan. Tetapi, tak perlu khawatir apalagi jengkel. Sebab, seiring bertambahnya usia bayi anda, durasi pipis dan berak itu akan berkurang dengan sendirinya.

Saat nini telah berda dua jenis popok. Yakni popok sekali pakai dan popok yang bisa dicuci. Keduanya menawarkan kelebihan masing-masing. Jenis mana yang dipilih, bergantung kemantapan Anda sendiri. Yang pasti salah satu landasan para orangtua menggunakan popok adalah kepraktisan. Jika benar itu menjadi landasan Anda, maka pilihan yang tepat adalah popok sekali pakai. Popok jenis ini mampu menahan atau menahan basah 3 kali lebih kuat. Masalhnya terletak pada harganya yang lebih mahal. Apalagi popok anak harus rutin diganti untuk menghindari efek buruk pemakaian popok terlalu lama.

Sedanmg popok yang dapat dicuci lebih murah. Tetapi cenderung tidak praktis, karena Anda harus mengganti popoknya lebih sering lagi. Sebab popok jenis ini tak menyerap pipis anak. Ia akan basah, oleh karena itu begitu anak pipis harus segera diganti. Kondisi ini merepotkan terutama pada malam hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar